IdentitasKU

Foto Saya
ANIL BASFAIN
Tembagapura, Papua, Indonesia
Aku anak dari Kedua orangtua yang berdarah bugis asli tepatnya di Kota Sutera (Sengkang), terlahir pada tanggal 10 Pebruari 1975 di kota yang sama (Sengkang), menempuh pembelajaran formal dari TK Aisyiyah Kec. Wajo Mks, SD. Inp. Bertingkat Butung Mks, SMP Negeri 7 Mks, SMA Negeri 1 Mksr, dan terakhir Politeknik Negeri UjungPandang Mks, dan mulai hidup baru bersama isteri yang kucintai RINA MARIANA yang memberikan anak2 yang maniez and pintar ARRAIHAN IQBAL RAMADHAN dan ARRIZQI RABIUL AWAL RAHMATULLAH......now di timika n tembagapura kebetulan kerja di PT. FREEPORT INDONESIA setelah melanglang buana dalam dunia pertambangan dan konstruksi melalui PT. Petrosea, tbk, IKPT, CV. Paros Tirja serta CV. Bangun Pilar.....
Lihat profil lengkapku

Minggu, 05 Juli 2009

GAYA BELAJAR EFEKTIF

http://www.e-smartschool.com/uot/001/belajar.gifSetiap orang pasti mempunyai cara atau gaya belajar yang berbeda-beda. Banyak gaya yang bisa dipilih untuk belajar secara efektif. Nah, artikel berikut menjelaskan tujuh gaya belajar yang mungkin beberapa diantaranya bisa di terapkan pada anak didik kita :

1. Belajar dengan kata-kata.

Gaya ini bisa kita mulai dengan mengajak seorang teman yang senang bermain dengan bahasa, seperti bercerita dan membaca serta menulis. Gaya belajar ini sangat menyenangkan karena bisa membantu kita mengingat nama, tempat, tanggal, dan hal-hal lainya dengan cara mendengar kemudian menyebutkannya.

2. Belajar dengan pertanyaan.

Bagi sebagian orang, belajar makin efektif dan bermanfaat bila itu dilakukan dengan cara bermian dengan pertanyaan. Misalnya, kita memancing keinginan tahuan dengan berbagai pertanyaan. Setiap kali muncul jawaban, kejar dengan pertanyaan, hingga didapatkan hasil akhir atau kesimpulan.

3. Belajar dengan gambar.

Ada sebagian orang yang lebih suka belajar dengan membuat gambar, merancang, melihat gambar, slide, video atau film. Orang yang memiliki kegemaran ini, biasa memiliki kepekaan tertentu dalam menangkap gambar atau warna, peka dalam membuat perubahan, merangkai dan membaca kartu.

4. Belajar dengan musik.

Detak irama, nyanyian, dan mungkin memainkan salah satu instrumen musik, atau selalu mendengarkan musik. Ada banyak orang yang suka mengingat beragam informasi dengan cara mengingat notasi atau melodi musik. Ini yang disebut sebagai ritme hidup. Mereka berusaha mendapatkan informasi terbaru mengenai beragam hal dengan cara mengingat musik atau notasinya yang kemudian bisa membuatnya mencari informasi yang berkaitan dengan itu. Misalnya mendegarkan musik jazz, lalu tergeliik bagaimana lagu itu dibuat, siapa yang membuat, dimana, dan pada saat seperti apa lagu itu muncul. Informasi yang mengiringi lagu itu, bisa saja tak sebatas cerita tentang musik, tapi juga manusia, teknologi, dan situasi sosial politik pada kurun waktu tertentu.

5. Belajar dengan bergerak.

Gerak manusia, menyentuh sambil berbicara dan menggunakan tubuh untuk mengekspresikan gagasan adalah salah satu cara belajar yang menyenangkan. Mereka yang biasanya mudah memahami atau menyerap informasi dengan cara ini adalah kalangan penari, olahragawan. Jadi jika Anda termasuk kelompok yang aktif, tak salah mencoba belajar sambil tetap melakukan beragam aktivitas menyenangkan seperti menari atau berolahraga.

6. Belajar dengan bersosialisasi.

Bergabung dan membaur dengan orang lain adalah cara terbaik mendapat informasi dan belajar secara cepat. Dengan berkumpul, kita bisa menyerap berbagai informasi terbaru secara cepat dan mudah memahaminya. Dan biasanya, informasi yang didapat dengan cara ini, akan lebih lama terekam dalam ingatan.

7. Belajar dengan Kesendirian.

Ada sebagian orang yang gemar melakukan segala sesuatunya, termasuk belajar dengan menyepi. Untuk mereka yang seperti ini, biasanya suka tempat yang tenang dan ruang yang terjaga privasinya. Jika Anda termasuk yang seperti ini, maka memiliki kamar pribadi akan sangat membantu Anda bisa belajar secara mandiri.

Sumber : Depdiknas.go.id

Minggu, 19 April 2009

MY VACATION I 2009 AT TIMIKA


Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh........
Alhamdulillah masuk pada tanggal 4 April aku ngambil cuti yang biasa dibahasakan di dunia kerjaku dengan istilah Vacation (padahal hanya bahasa English ya)....aku mengambil yah cukup lokal aja deh....ngumpul ama isteri and anak2 di Timika karena kebetulan anak2 serta isteri lagi sibuk sekolah dan ngajar dimana sekolah seperti yang kita ketahui bersama sangat2 sibuknya apalagi dibarengi dengan jadwal PEMILU yang mau tidak mau cukup menyita waktu untuk membuat sekolah menyiapkan bahan2 sekolah dengan waktu yang sedikit karena banyaknya hari libur.....
Aku mulai cuti dengan memplanningkan untuk mengecat atap rumah yang mulai berkarat (maklum masih beratap seng), serta menjelajahi beberapa tempat keramaian setiap sore ama isteri dan anak2 untuk mencari hiburan mata (rekreasi kata orang sih) terkecuali pada hari Minggu kami biasanya langsung memulai pada pagi hari...
Tempat yang paling sering kami datangi adalah Bandara Mozez Kilangin dan sekitarnya yang sangat rame dan menjadi tempat mejeng anak muda Timika, dimana ada yang terkenal dengan istilah BATU TIGA yang merupakan halaman dari Hotel Rimba Papua (dulu sheraton hotel), yang biasa anak2 muda berkumpul, berdiskusi bahkan terkadang bermain bola oleh para lelaki di timika, cuman sering dikotori juga oleh beberapa oknum untuk PESTA MIRAS.

Tempat yang juga menjadi langganan di malam hari kami adalah sebuah mini mall yang menjadi kebanggaan masyarakat Timika yang bernama Mulia Mini Mall (3M) yang terdapat beberapa usaha di dalamnya mulai KFC, Gelael Supermarket dan beberapa usaha kecil lainnya yang menjadi tempat berkumpul di siang ampe malam hari untuk mencari yang namanya hiburan dan tak ketinggalan sebuah Supermarket yang berada di seputaran Jl. Budi Utomo yang bernama DIANA SUPERMARKET yang bisa dikatakan bisa mewakili sebagai suatu Supermarket yang menyediakan berbagai macam kebutuhan mulai dari rekreasi berupa Fun Station, cafe n resto bakerynya, departemen storenya serta berbagai kebutuhan yang bisa dikatakan sangat2 lengkap untuk hitungan Timika dan sekitarnya,
Tak ketinggalan sebuah Kolam Renang yang disediakan oleh perusahaan PT. Freeport Indonesia yang dahulunya disediakan untuk fasilitas karyawan dan keluarga yang sudah beralih fungsi setiap hari Sabtu dan Minggu untuk umum yang bisa menjadi tempat membuang jenuh dan penat sehabis berjibaku dengan aktifitas selama seminggu di tempat kerja.
Sebenarnya sih Timika banyak potensi yang bisa diangkat untuk menjadi tempat hiburan untuk masyarakat Timika dan sekitarnya, tapi karena namanya juga daerah yang masih membangun jadi tempat2 hiburan itu masih terbatas dan sebagian besar bisa dikatakan masih didominasi oleh hiburan2 yang bersifat KEPUASAAN SYAHWAT baik itu berupa BAR, PANTI PIJAT DAN LOKALISASI yang bernama K-10, mungkin ini sebagai konsekwensi sebagai tanah project kalee ya...tapi itulah hidup....tapi walaupun begitu Timika juga banyak bermunculan tempat ibadah yang cukup megah baik itu Mesjid, Gereja dan Pura yang merupakan tempat pertobatan dan berkomunikasi antara hamba dan Tuhannya sesuai agama dan kepercayaan yang dianut oleh penduduk Timika
Itulah sekelumit kegiatan aku dan kayaknya sih dominan bercerita tentang tempat2 yang ada di timika ya.......sorry masih acak2an dalam hal menulis tapi inilah pembelajaran.....

Jumat, 20 Maret 2009

99 WASIAT IMAM JA'FAR ASH-SHADIQ

  1. PENGHAMBAAN ('UBUDIYAH)
  2. HAKIKAT PENGHAMBAAN
  3. MENUNDUKKAN PANDANGAN
  4. ADAB BERJALAN
  5. JALAN MENUJU ALLAH
  6. MEMBERIKAN PENILAIAN
  7. MENYERUKAN KEBAIKAN DAN MENCEGAH KEJAHATAN
  8. KEJATUHAN MANUSIA BERILMU
  9. MENJAGA DIRI (RI'AYAH)
  10. MAKNA SYUKUR
  11. MENINGGALKAN RUMAH
  12. ADAB MEMBACA AL-QUR'AN
  13. PAKAIAN BATIN
  14. MENJAUHI PAMER
  15. HAKIKAT KEBENARAN
  16. KETULUSAN (IKHLASH)
  17. HAKIKAT KETAKWAAN
  18. TAKUT KEPADA ALLAH
  19. PERSAHABATAN
  20. ADAB TIDUR
  21. INTISARI HAJI
  22. ZAKAT LAHIR-BATIN
  23. KEUTAMAAN NIAT
  24. ZIKIR SEJATI
  25. KEHANCURAN PEMBACA AL-QUR'AN
  26. KEBENARAN DAN KEBATILAN
  27. MAKRIFAT PARA NABI
  28. PENGAKUAN ATAS PARA NABI
  29. PENGAKUAN ATAS PARA SAHABAT
  30. KEHORMATAN ORANG BERIMAN
  31. KEPATUHAN KEPADA ORANGTUA
  32. SIKAP TIDAK SOMBONG
  33. AKAR KEBODOHAN
  34. ADAB MAKAN
  35. MENGHADAPI SETAN
  36. KEBANGGAN YANG TERCELA
  37. KEMURAHAN HATI
  38. PERHITUNGAN DIRI
  39. MAKNA TAKBIRATUL IHRAM
  40. MAKNA RUKUK
  41. MAKNA SUJUD
  42. MAKNA TASYAHHUD
  43. MAKNA SALAM
  44. MAKNA TOBAT
  45. MANFAAT 'UZLAH
  46. MANFAAT DIAM
  47. AKAL DAN NAFSU
  48. IRI
  49. MENGHINDARI KESERAKAHAN
  50. AKAR KERUSAKAN
  51. KESELAMATAN
  52. KEUTAMAAN IBADAH
  53. TAFAKUR : CAHAYA HATI
  54. ISTIRAHAT BATIN
  55. MENGHINDARI KETAMAKAN
  56. DERAJAT KEDEKATAN
  57. SUASANA HATI
  58. MAKNA BERSIWAK
  59. MAKNA BUANG HADAS
  60. MAKNA WUDHU
  61. ADAB MEMASUKI MESJID
  62. ADAB BERDOA
  63. MANFAAT PUASA
  64. PANTANGAN
  65. HAKIKAT DUNIA
  66. KEENGGANAN BERTINDAK
  67. KHAYALAN YANG MERUSAK
  68. CIRI ORANG MUNAFIK
  69. PERSAHABATAN DEMI ALLAH
  70. MEMBERI DAN MENERIMA
  71. PERSAUDARAAN KARENA ALLAH
  72. CARA BERMUSYAWARAH
  73. KESABARAN SEJATI
  74. MENGIKUTI TELADAN
  75. KEUTAMAAN MEMAAFKAN
  76. MENDENGARKAN PERINGATAN (AL-MAU'IZHAH)
  77. MENYIMAK NASEHAT
  78. MAKNA TAWAKKAL
  79. RESPEK TERHADAP SAUDARA SEIMAN
  80. PERJUANGAN DAN KEDISIPLINAN
  81. MERENUNGKAN KEMATIAN
  82. PENDAPAT YANG BAIK
  83. MEMERCAYAKAN DIRI KEPADA ALLAH
  84. DERAJAT KEYAKINAN
  85. TAKUT DAN HARAPAN
  86. KEPUASAN HATI
  87. MEMAKNAI KESENGSARAAN
  88. KESABARAN SEJATI
  89. MEMAKNAI KESEDIHAN
  90. KERENDAHAN HATI (TAWADHU')
  91. MAKRIFAT
  92. CINTA KEPADA ALLAH (AL-HUBB LILLAH)
  93. CINTA DEMI ALLAH (AL-HUBB FILLAH)
  94. KERINDUAN KEPADA ALLAH
  95. RAHASIA HIKMAH
  96. MENUNTUT HAK
  97. BERSIKAP HATI-HATI
  98. MERASA PUAS ATAS PEMBERIAN ALLAH
  99. AKAR FITNAH

Jumat, 13 Maret 2009

MENGAPA HARUS MENGIKUTI AHLUL BAYT

Tidak jarang umat Islam belum mengenal Ahlul bait Nabi saw, yang
kadang-kadang disebut sebagai keluarga suci Nabi saw. Mengapa mereka
tidak mengenalnya? Lalu bagaimana mungkin umat Rasulullah saw dapat
mencintai Ahlul baitnya jika mereka tidak mengenalnya? Padahal Allah
swt dengan tegas memerintahkan umat Islam agar mencintai keluarga suci
Nabi saw. Apa tujuan Allah swt menyuruh kita mencintai keluarga suci
Nabi saw? Dan untuk apa Allah swt mensucikan mereka? Masih banyak
pertanyaan-pertanyaan sekitar ini yang mengusik pikiran kita.

Yang jelas menurut keyakinan kita bahwa tidak ada satu pun perintah
dan larangan Allah swt yang tidak mengandung maksud dan tujuan, alias
sia-sia.

Tentang pensucian Ahlul bait Nabi saw, Allah swt menyatakan dalam
firman-Nya:
"Sungguh tiada lain Allah berkehendak menjaga kamu dari dosa-dosa hai
Ahlul bait dan mensucikan kamu dengan sesuci-sucinya." (Al-Ahzab/33: 33)

Tentang penegasan Allah swt bahwa kita harus mencintai keluarga suci
Nabi saw disebutkan dalam firman-Nya:
"Katakan hai Muhammad: `Aku tidak meminta upah kepada kalian dalam
dakwah ini kecuali kecintaan kepada keluargaku'." (Surat Asy-Syura: 23)

Dua ayat ini memiliki kaitan yang sangat erat dan tak dapat
dipisahkan. Pensucian bertujuan agar dicintai. Mencintai kesucian
jelas akan berdampak pada kebaikan, kebajikan, kemaslahatan, kedamaian
dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Inilah tujuan penciptaan manusia.

Fitrah manusia, pikiran yang bersih dan hati yang tak bernoda pasti
mencintai dan mendambakan kesucian. Kesucian identik dengan
kebahagiaan dan kedamaian. Sekiranya manusia tahu di sana ada sumber
kebahagiaan tentu mereka akan mengejarnya dan mengikutinya.

Maaf, saya mau pinjam bahasa kaum sufi. Karena umumnya manusia
menganggap uang itu sumber kebahagiaan, maka mereka mengejarnya dimana
pun ia berada, tanpa memperdulikan fisik yang sudah lelah. Padahal
uang itu melelahkan, dan tidak jarang uang itu membuahkan malapetaka
di keluarga bahkan di dunia. Lagi-lagi menurut kaum sufi, sebenarnya
umumnya manusia salah mempersepsikan kebahagiaan. Fitrahnya mencari
kebahagiaan, fisiknya mengejar keuangan. Di sini terjadi kejaran yang
tak seimbang dan tak searah, sehingga di sinilah penyebab munculnya
kegelisahan dan malapetaka.

Sebenarnya Allah dan Rasul-Nya sangat ingin kita hidup bahagia di
dunia dan akhirat. Karena itu Dia perintahkan mencintai kesucian. Dan
cinta tak akan bermakna jika tidak mengikuti tapak-tilasnya.
Rasulullah saw adalah tokoh sosok kesucian, dan Ahlul baitnya adalah
sosok kesucian yang harus diikuti tapak-tilasnya pasca beliau.

Lebih detail tentang Ababun Nuzul dua ayat tersebut berikut penafsiran
ulama, silahkan klik halaman Asbabun Nuzul disini:
http://tafsirtematis.wordpress.com

Sebagian umat Islam juga sering terkejut bahkan mengkerutkan wajahnya
ketika mendengar kata "Syiah". Jadi apa atau siapa sebenarnya syiah
itu? Syiah artinya pengikut. Sebagian kelompok umat Islam menisbatkan
dirinya sebagai pengikut (syiah) Ahlul bait Nabi saw. Dalam Al-Qur'an
kata "syiah" dalam segala bentuknya, yang bermakna pengikut kebenaran
atau kebatilan, disebutkan 11 kali, dalam surat: Al-Qashash,
Ash-Shaffat, Al-Hijr, Maryam, An-Nur, Al-An'am, Saba', Al-Qamar, dan
Ar-Rum. Antara lainnya:

"Sesungguhnya termasuk pengikutnya (Nuh) adalah
Ibrahim."(Ash-Shaffat: 83)

"Lalu didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang
berkelahi yang satu pengikutnya (Musa) dan yang satu lagi musuhnya
(kaum Fir'un)." (Al-Qashash: 15).

Sesungguhnya telah Kami binasakan para pengikut kalian. Maka adakah
orang yang mau mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 51)

Dari paparan ayat-ayat tersebut dapatlah kita menjawab pertanyaan:
Mengapa kita harus mengikuti Ahlul bait Nabi saw? Yang digarisbawahi
sebelum membuat kesimpulan: Nabi saw tidak dapat dipisahkan dari Ahlul
baitnya. Karena hal ini banyak disebutkan dalam hadis-hadisnya. Ingin
tahu hadis-hadisnya, silahkan juga klik disini di halaman hadis-hadis
pilihan:
http://tafsirtematis.wordpress.com

Wassalam
Syamsuri Rifai


Senin, 16 Februari 2009

ALLAH DAN RASULNYA TELAH MENETAPKAN SIAPA PEMIMPIN SEJAK DARI ADAM AS HINGGA HARI KIAMAT!

Sesungguhnya pemimpin kalian adalah Allah, rasul-Nya, dan orang-orang beriman yang menegakkan shalat dan memberikan zakat saat ruku.‘”(al Maidah: 55)
(Tafsir Razi, jil.XII, hal. 26; Tadzkirat al-Khawwash, hal. 24 bab II; al-Tharaif, jil. I, hal. 47)
Antum boleh lihat Asbabun Nuzul ayat ini. Siapa orang-orang beriman yang memberi zakat di dalam ruku. "Sesungguhnya" Inilah wali kita selepas Rasul saww.Salawat!!
Allahhumasollia'la Muhammad Wa aali Muhammad! Wa ' ajjilfarajahum

Selasa, 20 Januari 2009

lagu for palestina

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
Composed by Michael Heart

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they're dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who's wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Jumat, 26 Desember 2008

DOA TAWASSUL

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon padaMu dan menghadap padaMu dengan (dukungan) nabiMu, nabi pembawa rahmat Muhammad, shalawat atasnya dan keluarganya.

Wahai Abul Qosim, wahai rasulullah, wahai imam pembawa rahmat, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.

Wahai Abul Hasan, wahai 'Amirul Mu'minin, wahai Ali bin Abi Thalib, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.

Wahai Fathimah Azzahra, wahai putri Muhammad, wahai cahaya mata (penghibur) Rasul, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.

Wahai Abu Muhammad, wahai Hasan bin Ali, wahai Al-Mujtaba, wahai putra Rasulullah, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.

Wahai Abu Abdillah, wahai Husain bin Ali, wahai Asy-Syahid, wahai putra Rasulullah, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.

Wahai Abul Hasan, wahai Ali bin Al-Husain, wahai Zainal Abidin, wahai putra Rasulullah, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.

Wahai Abu Ja'far, wahai Muhammad bin Ali, wahai Al-Baqir, wahai putra Rasulullah, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.

Wahai Abu Abdillah, wahai Ja'far bin Muhammad, wahai Ash-Shodiq, wahai putra Rasulullah, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.

Wahai Abul Hasan, wahai Musa bin Ja'far, wahai Al-Kazhim, wahai putra Rasulullah, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.

Wahai Abul Hasan, wahai Ali bin Musa, wahai Ar-Ridho, wahai putra Rasulullah, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.

Wahai Abu Ja'far, wahai Muhammad bin Ali, wahai At-Taqi Al-Jawad, wahai putra Rasulullah, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.

Wahai Abul Hasan, wahai Ali bin Muhammad, wahai Al-Hadi An-Naqi, wahai putra Rasulullah, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.

Wahai Abu Muhammad, wahai Hasan bin Ali, wahai Az-Zaqi Al-Askari, wahai putra Rasulullah, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.

Wahai washiyyal hasani wal kholafal hujjah, Wahai Al-Qoim Al-Muntazhar Al-Mahdi, wahai putra Rasulullah, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.

..... mohonlah hajat Anda .....

Wahai para junjungan dan pemimpinku, sesungguhnya aku menghadap denganmu para imamku.

Dan bekalku pada hari kefakiranku dan keperluanku kepada Allah dan aku bertawassul dengan kalian.

Dan aku meminta syafaat dengan kalian kepada Allah, maka berilah kami syafaat di sisi Allah dan selamatkan aku dari dosa-dosaku di sisi Allah.

Karena sesungguhnya kalian wasilah (perantara) ku kepada Allah, dan dengan mencintai dan mendekati kalian, aku mengharapkan keselamatan dari Allah.

Maka jadilah kalian sebagai tumpuan harapanku di sisi Allah, wahai para junjunganku, wahai para kekasih Allah.

Shalawat Allah atas mereka semua dan laknat Allah atas para musuh Allah yaitu orang-orang yang menganiaya mereka yang pertama hingga yang terakhir. Aamiin yaa robbal 'aalamiin.
.........................................................................................................
Allah Homma Sulleh Ala, Muhammad en Wa Alaa Aleyhi Muhammad


Source:
http://www.fatimah.org

DetikInet