Hidup sebagai buruh ..... bagai sesuatu yang tak pasti ... hanya memikirkan materi dan materi .... Adakah nilai materi di mata Tuhan ??? Apakah kerja kerasku adalah ibadah di mata NYA ? Hanya gundah dan doa aku serahkan kepada NYA
IdentitasKU
- ANIL BASFAIN
- Tembagapura, Papua, Indonesia
- Aku anak dari Kedua orangtua yang berdarah bugis asli tepatnya di Kota Sutera (Sengkang), terlahir pada tanggal 10 Pebruari 1975 di kota yang sama (Sengkang), menempuh pembelajaran formal dari TK Aisyiyah Kec. Wajo Mks, SD. Inp. Bertingkat Butung Mks, SMP Negeri 7 Mks, SMA Negeri 1 Mksr, dan terakhir Politeknik Negeri UjungPandang Mks, dan mulai hidup baru bersama isteri yang kucintai RINA MARIANA yang memberikan anak2 yang maniez and pintar ARRAIHAN IQBAL RAMADHAN dan ARRIZQI RABIUL AWAL RAHMATULLAH......now di timika n tembagapura kebetulan kerja di PT. FREEPORT INDONESIA setelah melanglang buana dalam dunia pertambangan dan konstruksi melalui PT. Petrosea, tbk, IKPT, CV. Paros Tirja serta CV. Bangun Pilar.....
Assalamu alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh......
Senin, 16 Februari 2009
ALLAH DAN RASULNYA TELAH MENETAPKAN SIAPA PEMIMPIN SEJAK DARI ADAM AS HINGGA HARI KIAMAT!
Selasa, 20 Januari 2009
lagu for palestina
Composed by Michael Heart
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they're dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who's wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Jumat, 26 Desember 2008
DOA TAWASSUL
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon padaMu dan menghadap padaMu dengan (dukungan) nabiMu, nabi pembawa rahmat Muhammad, shalawat atasnya dan keluarganya.
Wahai Abul Qosim, wahai rasulullah, wahai imam pembawa rahmat, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.
Wahai Abul Hasan, wahai 'Amirul Mu'minin, wahai Ali bin Abi Thalib, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.
Wahai Fathimah Azzahra, wahai putri Muhammad, wahai cahaya mata (penghibur) Rasul, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.
Wahai Abu Muhammad, wahai Hasan bin Ali, wahai Al-Mujtaba, wahai putra Rasulullah, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.
Wahai Abu Abdillah, wahai Husain bin Ali, wahai Asy-Syahid, wahai putra Rasulullah, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.
Wahai Abul Hasan, wahai Ali bin Al-Husain, wahai Zainal Abidin, wahai putra Rasulullah, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.
Wahai Abu Ja'far, wahai Muhammad bin Ali, wahai Al-Baqir, wahai putra Rasulullah, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.
Wahai Abu Abdillah, wahai Ja'far bin Muhammad, wahai Ash-Shodiq, wahai putra Rasulullah, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.
Wahai Abul Hasan, wahai Musa bin Ja'far, wahai Al-Kazhim, wahai putra Rasulullah, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.
Wahai Abul Hasan, wahai Ali bin Musa, wahai Ar-Ridho, wahai putra Rasulullah, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.
Wahai Abu Ja'far, wahai Muhammad bin Ali, wahai At-Taqi Al-Jawad, wahai putra Rasulullah, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.
Wahai Abul Hasan, wahai Ali bin Muhammad, wahai Al-Hadi An-Naqi, wahai putra Rasulullah, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.
Wahai Abu Muhammad, wahai Hasan bin Ali, wahai Az-Zaqi Al-Askari, wahai putra Rasulullah, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.
Wahai washiyyal hasani wal kholafal hujjah, Wahai Al-Qoim Al-Muntazhar Al-Mahdi, wahai putra Rasulullah, wahai hujjah Allah atas makhlukNya, wahai junjungan dan pemimpin kami, sesungguhnya kami menghadap, meminta syafaat dan bertawassul denganmu kepada Allah serta mengajukan padamu keperluan-keperluan kami, wahai yang terpandang di sisi Allah, berilah kami syafaat di sisi Allah.
..... mohonlah hajat Anda .....
Wahai para junjungan dan pemimpinku, sesungguhnya aku menghadap denganmu para imamku.
Dan bekalku pada hari kefakiranku dan keperluanku kepada Allah dan aku bertawassul dengan kalian.
Dan aku meminta syafaat dengan kalian kepada Allah, maka berilah kami syafaat di sisi Allah dan selamatkan aku dari dosa-dosaku di sisi Allah.
Karena sesungguhnya kalian wasilah (perantara) ku kepada Allah, dan dengan mencintai dan mendekati kalian, aku mengharapkan keselamatan dari Allah.
Maka jadilah kalian sebagai tumpuan harapanku di sisi Allah, wahai para junjunganku, wahai para kekasih Allah.
Shalawat Allah atas mereka semua dan laknat Allah atas para musuh Allah yaitu orang-orang yang menganiaya mereka yang pertama hingga yang terakhir. Aamiin yaa robbal 'aalamiin.
.........................................................................................................
Allah Homma Sulleh Ala, Muhammad en Wa Alaa Aleyhi Muhammad
Source:
http://www.fatimah.org
DOA KUMAIL
IMAM MAHDI MENURUT IBN' ARABI
Syekh al-Akbar Muhyiddin Ibn ‘Arabi qs, di dalam salah satu karya magnum opusnya, Futuhat al-Makkiyyah mengatakan, “Ketahuilah bahwa al-Mahdi as itu pasti keluar, namun ia tidak akan keluar kecuali apabila dunia sudah penuh dengan kezaliman dan dialah yang akan melenyapkan kezaliman itu dan menggantikannya dengan keadilan.
Imam Mahdi berasal dari keturunan Rasulullah Saw, dari putra Fatimah as. Kakeknya adalah Husain bin Ali as dan ayahnya adalah Imam Hasan al-Askari bin Ali al-Naqi bin Muhammad al-Taqi bin Imam Ali al-Ridha bin Imam Musa al-Kazhim bin Imam Ja’far al-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Imam Husain bin Imam Ali bin Abi Thalib as.
Namanya sama dengan nama Rasulullah Saw. Dia dibaiat oleh kaum muslimin di antara Rukun dan Maqam (keduanya ada di dalam lingkungan Masjidil Haram, Makkah). Rupanya mirip dengan rupa Rasulullah Saw dan orang yang paling berbahagia dengan kedatangan Imam Mahdi ini adalah penduduk Kufah. Dia membagi-bagikan harta dengan adil.
Khidir as berjalan di mukanya. Dia hidup (memerintah) selama 5 tahun atau 7 tahun atau 9 tahun. Dia bakal membuka kota Roma dengan 70.000 kaum muslimin. Dengannya Allah mengembalikan kemuliaan Islam yang telah pudar.
Dia akan menghapus segala macam pajak, dan menyeru ke jalan Allah dengan pedang (dengan tegas). Siapa yang mengikuti seruannya selamat dan siapa yang membangkang akan dibunuh. Dia menghukum dengan hukum agama yang murni. Dalam banyak masalah, dia berbeda dengan mazhab-mazhab yang sudah dikenal.”
Muhyiddin Ibn ‘Arabi melanjutkan : “Sesungguhnya apabila al-Mahdi sudah keluar maka seluruh kaum muslimin menjadi gembira, baik para pemuka maupun orang-orang awam. Ia mempunyai pembantu-pembantu yang membantunya menegakkan dakwahnya. Mereka adalah para wazir yang melaksanakan segala urusan pemerintahan dan membantunya dalam segala urusan yang dipercayakan oleh Allah kepadanya.
Pada masanya, Allah swt menurunkan Nabi Isa as, yaitu di Menara Putih, arah Timur dari kota Damaskus. Nabi Isa as dibawa oleh 2 malaikat, di sebelah kanan dan di sebelah kirinya. Saat itu orang-orang sedang melaksanakan shalat Ashar…”
Di bagian lain kitab Futuhat-nya, Syekh Ibn ‘Arabi mengatakan : “Allah telah mengangkat beberapa orang wazir untuk al-mahdi yang disembunyikan Allah baginya di Alam Ghaib. Maka tidaklah ia mengerjakan sesuatu pekerjaan melainkan lebih dulu ia bermusyawarah dengan mereka.Para wazir itu tidak lebih dari 9 orang dan tidak kurang dari 5 orang.”
Juga disebutkan di dalam kitab Futuhat : “Al-Mahdi berpedoman dengan syariat Muhammad Saw yang diilhamkan oleh malaikat kepadanya. Ia menetapkan hukum dengan syariat tersebut, seperti yang disebutkan di dalam salah satu hadis tentang al-Mahdi : “Dia itu mengikuti sunnahku”
(Dikutip dari buku karya ‘Allamah Syaikh Muhammad Ali Shabban:Teladan Suci Keluarga Nabi, hlm. 102, Penerbit Al-Bayan, Cet. IV, 1994)